Mengapa Sebaiknya Pilih Yang Bergaransi Resmi


Notebook Garansi Resmi

Di pasaran Notebook saat ini beredar berbagai merek dan tipe, baik yang import maupun lokal. Beberapa merek import terkenal seperti Toshiba, HP/Compaq, Dell, Acer, Sony, dan Lenovo bersaing dengan merek lokal seperti Zyrex.

Kalau kita perhatikan notebook merek impor, beberapa tipe tertentu terkadang harganya lebih murah daripada tipe lainnya dengan merek dan spek yang sama. Bagaimana hal tersebut bisa terjadi?

Perlu diketahui, untuk notebook merek import yang sekarang beredar tidak semuanya merupakan notebook yang diimpor oleh importir resmi merek tersebut (Untuk lebih mudahnya, kita sebut saja Notebook yang diimpor oleh importir resmi itu sebagai Notebook Garansi Resmi).
Notebook yang bukan Garansi Resmi ada beberapa jenis, diantaranya:

1. Paralel Import (disingkat PI), yaitu notebook merek tertentu yang diimport oleh suatu badan, dealer, atau perorangan yang bukan merupakan importir resmi dari merek tersebut.

Untuk Notebook PI ini, importir tidak membuat jaringan service yang luas seperti Notebook Garansi Resmi, dan biasanya mereka memberi label produk tersebut dengan garansi distributor (garansi toko), sehingga kalau ada masalah dengan produk yang dibeli, maka konsumen hanya bisa klaim ke tempat dia membeli dan sang penjual akan berusaha memperbaiki sendiri. Kalau tidak bisa juga diperbaiki karena satu dan lain hal, maka akan dikembalikan ke negara asalnya dengan resiko konsumen harus menunggu lama.

2. Black Market (disingkat BM), yaitu notebook yang diimport dengan melanggar aturan import resmi pemerintah berkenaan dengan bea masuk dan perpajakan.

3. Refurbished, yaitu notebook yang terlanjur diproduksi namun tidak memenuhi standar kualitas tertentu yang ditetapkan yang kemudian dikembalikan ke pabrik. Oleh pabrik, notebook tersebut diperbaiki untuk kemudian dijual kembali dengan harga yang lebih murah.

Memang kalau kita lihat di pasaran, notebook PI, BM, maupun Refurbished harganya lebih murah. Namun kalau kita mau aman, sebaiknya kita membeli Notebook Garansi Resmi,
Mengapa?

Ada beberapa alasan utama, diantaranya adalah:

1. Jaminan bahwa barang yang dibeli adalah 100% baru dan telah melalui proses Quality Control yang sesuai standard Internasional. Seringkali masalah kualitas barang ini menyebabkan kerugian yang lebih besar di pihak konsumen yang membeli notebook non garansi resmi dibandingkan selisih harganya dengan notebook garansi resmi.

2. Tersebarnya jaringan service di banyak kota di Indonesia terutama di kota besar, dan juga seluruh dunia. Oleh karena itu Notebook Garansi Resmi sering juga disebut Garansi Global/Garansi International.
Ini tentunya sangat berguna bagi mereka yang sibuk dan sering bepergian ke luar kota atau ke luar negeri, karena mereka tidak perlu harus balik lagi ke toko tempat mereka membeli kalau ada masalah. Dan umumnya konsumen yang membeli notebook adalah orang-orang yang mobile, sesuai dengan karakteristik notebook itu sendiri yang sifatnya mobile.

3. Jaminan harga standar. Umumnya harga untuk Notebook Garansi Resmi ini sudah ada standarnya dari distributor resminya tersebut, baik kondisi normal ataupun sedang masa promosi. Berbeda dengan notebook non garansi resmi yang variasi harganya bisa banyak tergantung dari tokonya. Konsumen yang kurang memahami harga pasaran bisa saja mendapatkan harga lebih mahal bahkan jika dibandingkan dengan notebook Garansi Resmi.
Kadang-kadang untuk notebook non garansi resmi, kedekatan antara pihak toko dan konsumen serta kemampuan menawar harga dari pihak konsumen saja yang membuat mereka mendapatkan harga yang baik.

Bagaimana cara menentukan apakah produk yang kita beli itu garansi resmi atau bukan?
Cara paling mudah adalah cek kartu garansinya apakah benar dikeluarkan oleh distributor resmi atau bukan. Bisa juga dengan menghubungi service centernya untuk mengecek serial number dari notebook tersebut.
Selain itu umumnya pada notebook garansi resmi juga terdapat stiker baik di kemasan kardus atau di bagian bawah notebook yang menunjukkan produk tersebut merupakan garansi importir resmi.

So, pada akhirnya memang pilihan kembali kepada konsumen. Namun tidak ada salahnya jika kita memikirkan secara hati-hati , teliti, dan bijaksana sebelum mengambil keputusan.